Kamis, 08 November 2012

BUDIDAYA KAKAU / COKLAT

                                                     BUDIDAYA KAKAU / COKLAT



Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan.
apabila tanaman kakau dikelola dan dirawat dengan baik maka hasil yang akan di dapatkan melimpah dan dapat menjadi keuntungan tersendiri buat kita,karena tanaman kakau memiliki harga yng cukup menjanjikan di pasaran.

adapun hal hal yang harus dilakukan dalam budidaya kakau antara lain:
1. Persiapan Lahan
Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya
Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3)

2. Pembibitan
-Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah    cukup umur
Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag
Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag
Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%
Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm
Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak
Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan
Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal
Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 - 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali
Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan
Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon



3. Penanaman
a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 - 100 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama

b. Lubang Tanam
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
- Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang

c. Tanam Bibit
Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)

4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
b.Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di samping ini :

Tabel Pemupukan Tanaman Coklat

UMUR
(bulan)
Dosis pupuk Makro (per ha)

Urea
(kg)

TSP
(kg)

MOP/ KCl (kg)

Kieserite (MgSO4)
(kg)

2

15

15

8

8

6

15

15

8

8

10

25

25

12

12

14

30

30

15

15

18

30

30

45

15

22

30

30

45

15

28

160

250

250

60

32

160

200

250

60

36

140

250

250

80

42

140

200

250

80

Dst

Dilakukan analisa tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0 – 24

2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 - 5 bulan sekali

> 24

3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali ( sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman )

Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon
- Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

5. Pengendalian Hama & Penyakit
a. Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 - 10 cc / liter.

b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.

c. Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Kutu - kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.

e. Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.

g. Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.

h. Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

6. Pemangkasan
- Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :
- Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
- Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.
- Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.
Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.

7. Panen
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 - 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

8. Pengolahan Hasil
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.
Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.
Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

            BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG
















A. LATAR BELAKANG

Jagung  atau dalam bahasa latinnya yaitu (Zea  mays.  L.)  merupakan  kebutuhan  yang  cukup  penting  bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak.

Kebutuhan akan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.

Jagung merupakan bahan dasar / bahan olahan untuk minyak goreng, tepung maizena,  ethanol,  asam  organic,  makanan  kecil  dan  industri  pakan  ternak. Pakan ternak untuk unggas membutuhkan jagung sebagai komponen utama sebanyak 51, 4 %.

B. SYARAT TUMBUH

Tanaman jagung mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap tanah, baik jenis tanah lempung berpasir maupun tanah lempung dengan pH tanah 6 -8. Temperatur untuk pertumbuhan optimal jagung antara 24-30 °C.

Tanaman jagung pacta masa pertumbuhan membutuhkan 45-60 cm air. Ketersediaan air dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk buatan yang cutup untuk meningkatkan pertumbuhan akar, kerapatan tanaman serta untuk melindungi dari rumput liar dan serangan hama.

   BERCOCOK TANAMAN BENIH
1.  Selalu mempergunakan benih segar yang berkualitas dengan tingkat berkecambahnya 85 %.
2.  Gunakan varietas benih yang telah mengalami perbaikan clan diakui oleh
Pemerintah, belilah benih dari perusahaan benih.
3.  Benih harus dari varietas yang cocok dengan kondisi setempat.
4.  Jumlah benih yang dianjurkan untuk setiap ha adalah 25 kg.
5.  Hindari terjadinya kecambah yangjelek, serangan serangga, penyakit, burung dan hewan pengerat.

B. JARAK TANAM
1.  Jarak antar bedengan 75 -80 cm
2.  Jarak antar tanaman pada bedengan 20 -25 cm
3.  Kerapatan yang dianjurkan 53.333 tanaman / ha.

C. PELAKSANAAN PENANAMAN
1.  Persiapan Lahan
a.  Pemberian pupuk alami dan kompos pada lahan
b.  Buat bedengan rendah dengan jarak antar bedeng 75 cm
2.  Waktu tanam dan kedalaman tanam
a.  Waktu tanam pada saat musim hujan tiba b.  Masukan 1 benih pada tiap lubang
c.  Kedalaman tanam tergantung pada jenis tanah, kelembapan dan suhu.
Pada kondisi penanaman yang baik kedalaman ideal adalah 5 cm.
Agar dapat berkecambah dengan baik, setelah benih ditaburkan, benih ditekan -tekan dengan kaki. Benih dapat masuk lebih dalam pada
tanah berpasir dari 'padatanah berlempung
d.  Tentukan lubang untuk pupuk dasar dengan menggunakan cangkir pupuk setelah benih ditaburkan. Pada kondisi suhu udara 24 -34 °C dan tanah berkelembaban ideal, maka benih jagung akan dapat berkecambah 4 -5 hari setelah ditaburkan.

D.  PEMUPUKAN DAN PEMELIHARAAN

1.  Pemupukan yang dianjurkan,  untuk  pupuk  organic  (  pupuk  kandang  / kompos ) 20 ton / ha. Sedangkan untuk pupuk an organik : Urea 300 kg / ha, TSP 100 kg / ha, KCI 50 kg / ha. Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau bersamaan tanam sejumlah 20 ton / ha pupuk organic, 100 kg
/ ha Urea, 100 kg TSP, daD 50 kg / ha KCl dengan membuat larikan atau ditugalkan kemudian ditutup kembali dengan tanah dengan jarak 10 cm dari  garis  tanam  /  lubang  tanam.  Pupuk  susulan  diberikan  3  minggu setelah tanam berupa Urea 100 kg / ha, diteruskan pupuk susulan kedua pada tanaman berumur 5 minggu sejumlah 100 kg Urea / ha.
2.  Penyiangan  pertama  dilakukan  segera  setelah  rumput  /  gulma  mulai tumbuh dengan cara pengerjaan tanah secara dangkal pada tanaman berumur  2  minggu.   Penyiangan   kedua   dilakukan   setelah   tanaman berumur 3-4 minggu sekaligus dilakukan pembumbunan pada barisan tanaman jagung.

PROPOSAL USAHA BUDIDAYA IKAN MUJAIR



 

                              PROPOSAL USAHA BUDIDAYA IKAN MUJAIR



A.DISKRIPSI  USAHA
    1.Deskripsi umum usaha
    Dengan adanya luas perairan umum di indonesia yang terdiri dari sungai dan rawa maka peluang usaha budidaya ikan mujair cukup bagus.
disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yaitu salah satunya  indonesia memiliki danau alam dan buatan seluas hampir 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik pengembangan usaha perikanan di indonesia.
Selain itu penjualan benih ikan mujair prospeknya cukup baik selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal.
    
2.Jenis usaha yang di kelola
        Jenis usaha yang kami kelola adalah budidaya ikan mujair karena permintaan konsumen terhadap ikan khususnya mujair semakin meningkat di pasar-pasar tradisional.
  Mujair adalah sejenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk badan pipih dengan warna abu-abu coklat atau kehitaman. ikan ini bentuknya hampir sama dengan ikan nila yang masih memiliki garis kekerabatan.
  Penyebaran alami ikan ini adalah perairan afrika dan di indonesia pertama kali di temukan oleh pak mujair di muara sungai serang pantai selatan blitar,jawa timur pada tahun 1939.
  Meski masih menjadi misteri bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan blitar, tak urung ikan tersebut di namai mujair untuk mengenang sang penemu.
  Jenis ikan ini mempunyai kecepatan pertumbuhan yang relatif lebih cepat, panjang total maksimum yang dapat di capai ikan mujair adalah 40 cm adapun jenis ikan mujair yang di kenal antara lain:mujair biasa,mujair merah(mujarah)atau jamerah dan  mujair albino.

    3.jenis usaha yang  direncanakan
   Jenis usaha yang kami rencanakan adalah mulai dari pembibitan sampai pasca panen.
v Pembibitan
   Untuk menyiapkan bibit ikan mujair,perlu diperhatikan dalam hal-hal penyiapan bibit.
Ciri ciri bibit ikan mujair yang unggul adalah:
  1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang tinggi.
  2. Pertumbuhannya sangat cepat.
  3. Pertumbuhannya sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  4. Resisten terhadap serangan hama dan penyakit.
  5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif  buruk.
  6. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih per ekornya.

v Pemeliharaan pembesaran bibit
       Pendederan atau pemeliharaan ikan mujair  dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas.kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut di keringkan terlebih dahulu serta di bersihkan dari ikan- ikan liar.begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit di sesuaikan dengan ketentuan.jumlah penebaran dalam kolam pendederan tergantung dari ukuran benih ikan.benih ikan ukuran 1-3 cm,jumlah penyebarannya sekitar 30-50 ekor/m persegi,ukuran 3-5 cm jumlah penebarannya berkisar 5-10 ekor / m persegi,sedangkan anak ikan ukuran 5-8 cm jumlah penebarannya 2-5 ekor / m persegi.

v Panen
 Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara:
1.      panen sebagian atau selektif
     Panen selektif dilakukan tanpa pengeringan kolam ikan yang akan di panen dipilih dengan ukuran tertentu (untuk pemanena benih) ukuran benih yang akan di panen berumur 1-1,5 bulan tergantung dari permintaan konsumen.pemanenan di lakukan dengan menggunakan waring.
2.      panen total
     Umumnya panen total dilakukan untuk menangkap atau memanen ikan hasil pembesaran.umur ikan yang di panen berkisar antara 5 bulan dengan berat 30-45 gram per ekor.panen total dilakukan dengan cara pengeringan kolam.hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm.petak pemanenan atau petak penangkapan di buat selusa 1m persegi di depan pintu pengeluaran air,hingga memudahkan dalam penangkapan ikan.

v Pasca panen
    Penanganan pasca panen ikan mujair dapat di lakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

                  I.            Penanganan ikan hidup
   Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup.hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
  1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat c.
  2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
  3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan jangan terlalu padat.

               II.            Penangkapan ikan segar
    Hal –hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan keseragaman ikan antara lain :
  1. Penaangkapan harus dilakukan dengan hati -hati agar ikan- ikan tidak luka.
  2. Sebelum dikemas ikan harus dicuci agar bersih dari lendir.
  3. Wadah pengangkutan harus bersih dan tertutup.
  4. Ikan diletakkan didalam wadah yang berisi es dengan suhu 6-7 derajat C.

B.PASAR DAN PEMASARAN
1. Peluang pasar
      Peluang pasar dalam budidaya ikan mujair cukup baik karena di tempat kami masih sedikit yang membudidayakannya selain itu permintaan konsumen yang semakin
   meningkat,membuat kami tertarik untuk membudidayakannya.

2.Strategi pemasaran
        Stategi pemasaran yang kami buat dalam usaha ini per 1 kg ikannya kami jual dengan harga Rp 13.000
   Kami juga memberikan discon 10% bagi pelanggan yang membeli ikan lebih dari 5 kg.

C.ASPEK PRODUKSI
   1.Analisa lokasi usaha
    Lokasi usaha yang kami pilih untuk melakukan usaha ini adalah:
a. Dekat dengan pasar
b. Dekat dengan jalan raya
c. Lokasi mudah dijangkau

    2.Kapasitas produksi
    Kapasitas produksi  ikan mujair yang kami budidayakan selama 3 bulan adalah 4000 ekor ikan dari 5000 ekor ikan yang kami budidayakan dengan persentase ikan hidup 80%.

   3.Proses pengolahan
       Langkah –langkah dalam  proses pengolahan usaha
1. Mengukur kolam yang akan dibuat dengan ukuran 50-100 m
2. 
Penggalian tanah dengan menggunakan eksapator
3. 
Pemberian air dengan menggunakan diesel
4. 
Pemberian benih ikan
5. 
Pemeliharaan ikan
6. 
panen
7. 
pemasaran



3.Fasilitas dan peralatan produksi
1.Sarana
  Sarana berupa kolam yang perlu di sediakan dalam usaha budidaya ikan mujair tergantung dari sistem pemeliharaannya yaitu dengan sistem kolam.
Adapun jenis kolam yang umum di pergunakan dalam budidaya                  ikan mujair antara lain:                                                                     
v  Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan.luas kolam 50-100 m persegi.kedalaman air kolam antara 30-50 cm .kepadatan 5-50 ekor /m persegi.selama pemeliharaan 3-4 minggu,pada saat ikan berukuran 3-5 cm.
v  Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan.
Luas kolam 100- 150 m persegi kepadatan ikan 30-40 ekor / m persegi.
2.peralatan
Alat alat yang biasa di gunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair diantaranya adalah: jala,waring(anco) ,hapa (kotak dari jaring atau kelambu ).untuk menampung sementara induk maupun benih seser,ember,baskom,cangkul,arit.

D.ASPEK KEUANGAN
A.Proyeksi laba rugi
Tabel biaya pengeluaran selama satu tahun
No
Uraian rincian biaya
Bulan ke 1-3
Bulan ke 4-6
Bulan ke 7-9
Bulan ke 10-12
1.
Biaya peralatan





Pembuatan 2 kolam
200.000




Alat penangkap ikan
50.000




Bak pengangkut ikan
50.000




Pipa
150.000



2.
Biaya oprasional





Benih 500 @ 100
500.000
500.000
500.000
500.000

Sentrat 60 kg @ 4500
276.000
276.000
276.000
276.000

Dedak 500 kg @ 1200
600.000
600.000
600.000
600.000

Biaya pemeliharaan kolam
100.000
100.000
100.000
100.000

Kendaraan pengangkut
100.000
100.000
100.000
100.000

Beli solar 10 L @ 4500
45.000
45.000
45.000
45.000
3.
T0tal pengeluaran
3.871.000
1.615.000
1.615.000
1.615.000

1.total biaya produksi
Rumus = jumlah ikan x persentase hidup x berat rata-rata ikan
Rumus = jumlah ikan x persentasi ikan hidup x rata-rata berat ikan x harga.
= 5.000 ekor x 80 % x 0,1 kg
= 400 kg / 3 bulan
2.Pendapatan 3 bulan
harga Rp 13.000 / kg) = 400 x 13.000 = Rp 5.200.000 / 3 bulan
3.Pendapatan selama 1 tahun
              5.200.000 x 4 = Rp 20.800.000

4.Total pengeluaran  selama 1 tahun
        =Rp 3.871.000 +Rp 1.615.000+ Rp 1.615.000 + Rp 1.615.000
        = Rp 8.716.000
e.Keuntungan 1 tahun      
       =Rp 20.800.000- 8716.000 = Rp 12.084.000

Senin, 05 November 2012

Minggu, 04 November 2012

HORTIKULTURA


HORTIKULTURA

A.Definisi hortikultura
Hortikultura berasal dari bahasa latin yaitu hortus (kebun) dan colere (menumbuhkan)
Secara harfiah hortikultura berarti ilmu yang mempelajari pembudidayaan tanaman kebun.
B. kaitan hortikultura dengan ilmu lain
Beberapa teknologi  yang  berkembang dan mendukung industry tanaman hortikultura antara lain :
·         Ditemukannya zat pengatur tumbuh (hormon) tanaman
·         Pemulihan tanaman
·         Perbanyakan tanaman konpensional
·         Mekanisasi pertanian
·         Teknologi hasil pertanian
C. sejarah hortikultura di Indonesia
1.      Pada awalnya tanaman buah sayur tumbuh liar tanpa banyak campur tangan manusia
2.      Kemudian bersamaan dengan masuknya orang2 eropa diindonesia ,maka dikembangkanlah sayuran daratan tinggi (tomat,kentang,kubis,wortel,ddl) dan bunga2 khas eropa (mawar,gladior,anyelir dan gerbera )
3.      Pengembangan tersebut berlangsung di bandung, wonosobo,Jakarta,semarang,Sulawesi sulatan,bali dan karo.
4.      Sementara itu tidak banyak buah buahan sub tropis masuk keindonesia kecuali kesemek.

D. Fungsi utama tanaman hortikultura
1.      Tanaman hortikultura memiliki prospek pengembangan yang baik karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan potensi pasar yang terbuka lebar,baik didalam negri maupun di luar negri.
2.      Meningkatkan apresiasi terhadap berbagai komoditas dan produk berbagai hortikultura bkn lagi sebagai bahan pangan tetapi juga terkait dengan fungsi2 lainnya.
Secara sederhana fungsi tanaman hortikultura dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :
·        Fungsi penyediaan pangan
                Sebagai penyedia vitamin,mineral,serat dan senyawa lain untuk pemenuhan gizi.
·        Fungsi ekonomi
Menjadi sumber pendapatan petani,pedagang,kalangan industry dll
·        Fungsi kesehatan
Hal ini ditunjukkan oleh manfaat komoditas biofarmaka untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit.
·        Fungsi social budaya
Hal ini ditunjukkan oleh peran komoditi hortikultura sebagai salah satu unsur keindahan dan kenyamanan lingkungan.

E. ciri ciri tanaman hortikultura
1.      Produk hortikultura mudah rusak,bila disimpan tanpa perlakuan khusus misalnya dengan perlakuan suhu rendah,( 4 derajat celcius)
2.      Komponen utama mutu produk ditentukan oleh kandungan air  (water content ) dan bukan ditentukan oleh kandungan bahan kering (dry mater) kerena konsumsinya dalam keadaan segar.
3.      Ketersediaan produk, terutama dri kelompok tanaman buah buahan,bersifat musiman dan meruah,pada saat panen,terutama pada saat panen raya,sehingga mempersulit penanganan dan pengangkutannya.
4.      Harga produk ditentukan oleh kualitas bukan kuantitas
5.      Berbeda debgan konsumsi tanaman pangan
6.      Produk hortikultura merupakan sumber vitamin dan mineral,dan bukan diutamakan sebagai sumber protein dan karbohidrat.
7.      Disamping untuk memenuhi kebutuhan jasmani tanaman hortikultura juga digunakan untuk kebutuhan rohani,misalnya tanaman hias,baik sebagai bunga pot,bunga potong,maupun sebagai elemen linak di dalam tanah.

F. pengelompokan tanaman hortikultura
Berdasarkan kegunaanya tanaman hortikultura dapat dikelompokkan menjadi yang dikonsumsi , yakni sayuran,buah buahan.
Dan tanaman yang tidak dikonsumsi yakni tanaman hias.
1.      Klasifikasi tanaman sayur
a.       Klasifikasi botani
b.      Klasifikasi berdasarkan tanaman yang dikonsumsi
c.       Sayuran buah
2.      Secara botani buah dapat didefinisikan sebagai ovari mtang dari suatu bunga dengan segala isinya serta bagian2 yang kaitannya erat dengan bunga tersebut.
Berdasarkan jumlah ovary penyusunnya buah dapat dikualifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu:
a.       bUah sederhana berdaging
yaitu : buah yang berkembang dari suatu ovari.
b.      Buah sederhana tidak berdaging
c.       Buah agregat
Yaitu : buah yang berasal dari beberapa ovari pada bunga yang sama.
d.      Buah majemuk
Yaitu : buah yang berasal dari beberapa ovari dari beberapa bunga.

Minggu, 20 Mei 2012

Kamis, 19 April 2012

Cara mencangkok

Mencangkok atau okulasi adalah teknik pengembangbiakan tanaman yg sangat cocok utk di tanam di dalam pot. Di samping karena qualitas buahnya terjaga sama spt induknya juga nantinya pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Pohon yg dikembangbiakan dg teknik cangkok tidak akan mempunyai akar tunggang.
Tanaman yg dapat dicangkok adalah tanaman buah berkayu keras atau berkambium. Contoh : Mangga, jambu, jambu air, jeruk, dll.
Alat-alat yg diperlukan :
1. Pisau yg kuat dan tajam.
2. Serabut kelapa atau plastik kresek.
3. Tali atau karet ban dalam bekas.
4. paku panjang 10 cm.
5. Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
6. kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.
7. Campuran tanah subur : Pupuk kandang : serabuk gergaji perbandingan 1:1:1
Langkah-langkah mencangkok :
1. Pertama, pastikan bahwa induk semang tanaman adalah dari varietas unggul, agar hasilnya nanti adalah bibit unggul juga.
2. Tentukan cabang yg lurus dan cukup besar agar nanti pohon cukup kuat utk mandiri. Kira-kira sebesar pergelangan tangan anak atau berdiameter 3 cm.
3. Selanjutnya, kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan pertama berjarak sekitar satu kepalan tangan atau 5 cm.
4. Buang kulit antara keratan tadi.
5. Setelah kulit kayu bersih, kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin lagi.
6. Ambil serabut kelapa atau plastik secukupnya ikat bagian bawah dulu.
7. Bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk penampung, isi dengan campuran tanah yg sudah dipersiapkan. Isian harus cukup padat dengan cara ditekan-tekan.
8. Ikat bagian atas serabut atau plastik dan pastikan campuran tanah tertutup rapat.
9. Buat lubang-lubang utk pembuangan air berjarak 1 cm antar lubangnya (jika medianya adalah plastik).
10. Siram air sampai air menetes dari cangkokan.
Tunggulah sekitar 4-6 minggu sebelum cangkokan siap dipisahkan dari induknya. Ingat selalu utk menyirami cangkokan setiap pagi dan sore hari. Utk memastikan bahwa tanaman yg dicangkok sudah jadi, check apakah sudah keluar akar yg cukup banyak, biasanya sampai menembuas plastik atau serabut pembungkus.
Jika kondisi ini sudah memenuhi syarat, potong tanaman dari induknya. Sebaiknya memotong menggunakan gergaji agar tanaman tidak rusak.
Kurangi daun dan ranting. sisakan beberapa lembar daun saja.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates